World Diabetes Day

Hidup ini manis. Tapi terlalu manis juga tidak baik. Diabetes Melitus mengancam. Kenali 10 gejala diabetes melitus. Cegah dengan konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur. :)

NU-santara KMNU Nasional

Pengalamanku ke Bogor bersama keluarga Nahdlatul Ulama dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia

Photography

Siput ^^

Perawat Cantik dan Ganteng

Mendidik dengan hati bekerja dengan cinta. Salam Holistik! :)

Happiness

Keep your smile. :)

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

AROMATERAPI UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA LANSIA


PENUGASAN KELOMPOK
PAPPER
AROMATERAPI UNTUK MENGURANGI KECEMASAN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kebutuhan Harga Diri


Disusun Oleh:
Kelompok 3: A14.2

ENDANG SUSILOWATI
22020114120053
MAFTUKHATUN NI'MAH
22020114120063
KUNITA WURAGIL
22020114120055
ATIK NAILA HAQQI S.
22020114120051
SINTA SAWAKI
22020114120070
CHINDY PERMATA SARI
22020114120023
DWI RATNAWATI
22020114120032





 



PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015


Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Kecemasan dalam Memperbaiki Kualitas Tidur pada Lansia

A.  Lansia
Pertambahan umur pada individu merupakan suatu proses yang fisiologi yang akan terjadi pada setiap manusia, pada proses penuaan seseorang akan mengalami berbagai masalah tersendiri baik secara fisik, mental, maupun sosioekonomi. Gangguan tidur atau insomnia merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada lansia. Gangguan tidur menyerang 50% orang yang berusia 65 tahun atau lebih yang tinggal dirumah dan 66% lansia yang tinggal di fasilitas jangka panjang. (Adiyati, 2010)
Lansia mengalami penurunan efektifitas tidur pada malam hari 70% sampai 80% dibandingkan dengan usia muda. Prosentase penderita insomnia lebih tinggi dialami oleh orang yang lebih tua, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun atau lebih mengalami sulit tidur yang serius. Lansia beresiko mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh banyak faktor misalnya pensiunan dan perubahan pola sosial, kematian pasangan hidup atau teman dekat, kecemasan, rasa tidak nyaman, peningkatan penggunaan obatobatan, penyakit yang dialami, dan perubahan irama sirkadian. (Adiyati 2010)
Gangguan mood, ansietas, kepercayaan terhadap tidur, dan perasaan negatif merupakan indikator terjadinya insomnia. Aromaterapi merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia. Aromaterapi memiliki efek menenangkan atau rileks untuk beberapa gangguan misalnya mengurangi kecemasan, ketegangan dan insomnia. Terapi komplementer dan Alternatif mempunyai hubungan dengan nilai praktek keperawatan, hal tersebut dimasukkan dalam kepercayaan holistik manusia yaitu keperawatan secara menyeluruh bio, psiko, sosial, spiritual, dan kultural yang tidak dipandang pada keadaan fisik saja tetapi juga memperhatikan aspek lainnya yang bertujuan untuk penekanan dalam penyembuhan, pengakuan bahwa penyedian hubungan klien sebagai partner, dan berfokus terhadap promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. (Adiyati, 2010)
B.  Konsep Kecemasan
Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik. Keadaan tersebut dapat terjadi dalam berbagai situasi kehidupan maupun gangguan sakit. (Suprijati, 2014)
Kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan istilah-istilah seperti kekhawatiran, kepribadian, dan rasa takut yang kadang-kadang kita alami dalam tingkat yang berbeda-beda (Alqinson, 1999). Kecemasan pada lansia bisa menyebabkan terganggunya kualitas tidur.
Kecemasan sangat berkaitan dengan tidak pasti dan tidak berdaya,  keaadaan emosi ini tidak mwemiliki obyek yang spesifik kecemasan berbeda dengan rasa takut, yang merupakan penilaian intelektual terhadap suatu yang berbahaya (stuard dan sundeen, 1998).
Perbedaan rasa takut dan kecemasan, ketakutan adalah merasa gentar atau rasa tidak berani terhadap suatu obyek yang konkret, misalnya : takut akan harimau, polisi (kartini Krtono, 1989).
C.    Konsep Aromaterapi
Terapi aroma (Aromaterapi) adalah teknik perawatan tubuh dengan menggunakan/ memanfaatkan minyak atsiri (essential oil) yang berkhasiat; dapat dengan cara penghirupan, pengompresan, pengolesan di kulit, perendaman dan akan lebih efektif disertai dengan pijatan. Bahan yang digunakan adalah zat aktif yang diambil dari sari tumbuh tumbuhan aromatik (ekstraksi dari bunga, daun, akar, batang/ranting, buah biji dll) yang memberikan efek stimulasi atau relaksasi (Hutasoit, 2002 dalam Wahyuningsih, 2014). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1205/Menkes/Per/X/2004, tentang Pedoman Persyaratan kesehatan Pelayanan Sehat pakai air (SPA) mengemukakan beberapa persyaratan minyak yang dapat digunakan sebagai aromaterapi antara lain;
a)      Minyak Atsiri
Produk minyak atsiri (essential oil) yang digunakan minimal berkualitas dan atau berlabel “Therapeutical grade” dan “Natural”.
b)      Bentuk produk minyak atsiri (essential oil) yang lebih tinggi kualitasnya harus berlabel “Pure plant essential oil”.
c)      Minyak atsiri yang berkualitas dan atau berlabel “Fragrance oil” dan “Parfume oil” sama sekali tidak boleh digunakan pada perawatan terapi aroma.
d)     Pada kemasan harus ada informasi tentang nama latin Tanaman asal, cara pengolahan dan konsentrasi minyak esensial atau untuk produk import tercantum peraturan CIHP2 tahun 1994 (Chemical Hazard Information and Packaging for Supply) dengan memuat nama dan lokasi supplier, identifikasi produk, komposisi kandungan, untuk perlindungan konsumen dari akibat negatif bahaya penggunaan bahan kimia.
e)      Tidak dibolehkan/dilarang menggunakan minyak atsiri bukan dari hasil sulingan (steamdistilasi) dan hasil Rekonstruksi atau RCO/Reconstructed Oil (minyak ini khusus untuk produk minyak wangi), berhubung minyak atsiri jenis RCO telah ditambah atau dikurangi unsur aslinya di laboratorium guna penyesuaian bagi pengunaan dalam industri makanan dan wewangian
f)       Wadah minyak atsiri harus terbuat dari gelas berwarna gelap, dengan tutup yang rapat dan mempunyai pipet.
g)      Harus disimpan ditempat yang sejuk dan kering (kelembaban kecil), tidak terkena sinar matahari langsung dan aman dari jangkauan anak-anak. Untuk stock/persediaan harus terisi penuh dan tertutup rapat.
h)      Bahan penutup kemasan harus tahan terhadap minyak atsiri. Tidak menggunakan plastik atau logam sebab minyak atsiri dapat melarutkan plastik dan menyebabkan karat dan harus berwarna gelap dan tidak dari gabus (dengan sil).
(Suprijati, 2014)
Jenis aroma terapi dan manfaatnya:
            Aroma terapi memiliki beberapa keuntungan sebagai tindakan suppotive beberapa keuntungan dari penggunaan aroma terapi berdasarkan jenisnya yaitu :
Lavender

Lavender merupakan bunga yang berwarna lembayung muda, memiliki bau yang khas dan lembut sehingga dapat membuat seseorang menjadi rileks ketika menghirup aroma lavender, lavender banyak dibudidayakan diberbagai penjuru dunia. Sari minyak bunga lavender diambil dari bagian pucuk bunganya (Hutasoit 2002 dalam Wahyuningsih, 2014).
Minyak lavender diperoleh dengan cara distilasi bunga. Komponen kimia utama yang dikandungnya adalah lianil asetat, linalool. Minyak lavender digunakan secara luas dalam aroma terapi. Aroma lavender dapat meningkatkan gelombang-gelombang alfa didalam otak dan gelombang inilah yang membantu untuk menciptakan keaadan yang rileks (Maifrisco, 2008 dalam Wahyuningsih 2014).
Lavender mempunyai banyak manfaat yaitu, sebagai pencegah infeksi menunjukan efek sebagai anti sepsis, antibioti, anti jamur. Minyak esensial lavender banyak digunakan untuk mengobati insomnia, kualitas tidur, dan memperbaiki tidur pasien di rumah sakit yang cukup lama, serta mengurangi kebutuhan obat penenang di malam hari. Minyak essensial lavender bisa mengurangi kecemasan. Pemijatan dengan menggunakan lavender menunjukkan mengurangi tingkat kecemasan pada pasien intensif, dan menurunkan kecemasan pada pasien yang akan cuci darah (hemodialisa). Karena manfaat tersebutlah aromaterapi dengan lavender ini baik digunakan untuk mengurangi kecemasan lansia dalam memperbaiki kualitas tidur.
Lavender yang digunakan melalui inhalasi dapat bermanfat untuk mengurangi kecemasan pada pasien yang mengalami dialisis, meningkatkan kenyamanan tidur, meningkatkan kecermatan dalam berhitung, dan menurunkan agitasi pasien dengan dimensia. Lavender dapat memberikan ketenangan, keseimbangan, rasa nyaman, rasa keterbukaan dan keyakinan. Di samping itu lavender juga dapat mengurangi rasa tertekan, stres, rasa sakit, emosi yang tidak seimbang, historia, rasa frustasi, dan kepanikan. Lavender dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, dan dapat memberikan relaksasi (Hutasoit, 2002 dalam Wahyuningsih, 2014)
Indra penciuman memiliki peran yang sangat penting dalam kemampuan kita untuk bertahan hidup dan meningkatkan kualitas hidup kita. Dalam sehari kita bisa mencium lebih kurang 23.040 kali. Bau-bauan dapat memberikan peringatan pada kita akan adanya bahaya dan juga dapat memberikan efek menenangkan (relaksasi). Tubuh dikatakan dalam keadaan relaksasi adalah apabila otot-otot di tubuh kita dalam keadaan tidak tegang. Keadaan relaksasi dapat dicapai dengan menurunkan tingkat stres, baik stres fisik maupun psikis, serta siklus tidur yang cukup dan teratur. Minyak lavender dengan kandungan linalool-nya adalah salah satu minyak aromaterapi yang banyak digunakan saat ini, baik secara inhalasi (dihirup) ataupun dengan teknik pemijatan pada kulit. Aromaterapi yang digunakan melalui cara inhalasi atau dihirup akan masuk ke sistem limbic dimana nantinya aroma akan diproses sehingga kita dapat mencium baunya. Pada saat kita menghirup suatu aroma, komponen kimianya akan masuk ke bulbus olfactory, kemudian ke limbic sistem pada otak. Limbic adalah struktur bagian dalam dari otak yang berbentuk seperti cincin yang terletak di bawah cortex cerebral. Tersusun ke dalam 53 daerah dan 35 saluran atau tractus yang berhubungan dengannya, termasuk amygdala dan hipocampus. Sistem limbic sebagai pusat nyeri, senang, marah, takut, depresi, dan berbagai emosi lainnya. Sistem limbic menerima semua informasi dari sistem pendengaran, sistem penglihatan, dan sistem penciuman. Sistem ini juga dapat mengontrol dan mengatur suhu tubuh, rasa lapar, dan haus. Amygdala sebagai bagian dari sistem limbic bertanggung jawab atas respon emosi kita terhadap aroma. Hipocampus bertanggung jawab atas memori dan pengenalan terhadap bau juga tempat dimana bahan kimia pada aromaterapi merangsang gudang-gudang penyimpanan memori otak kita terhadap pengenalan baubauan. (Dewi, 2013)
Minyak lavender adalah salah satu aromaterapi yang terkenal memiliki efek menenangkan. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap tikus, minyak lavender memiliki efek sedasi yang cukup baik dan dapat menurunkan aktivitas motorik mencapai 78%11, sehingga sering digunakan untuk manajemen stres. Beberapa tetes minyak lavender dapat membantu menanggulangi insomnia, memperbaiki mood seseorang, dan memberikan efek relaksasi. (Dewi, 2013)
Penelitian lain yang dilakukan terhadap manusia mengenai efek aromaterapi lavender untuk relaksasi, kecemasan, mood, dan kewaspadaan pada aktivitas EEG (Electro Enchepalo Gram) menunjukkan terjadinya penurunan kecemasan, perbaikan mood, dan terjadi peningkatan kekuatan gelombang alpha dan beta pada EEG yang menunjukkan peningkatan relaksasi. Didapatkan pula hasil yaitu terjadi peningkatan secara signifikan dari kekuatan gelombang alpha di daerah frontal, yang menunjukkan terjadinya peningkatan rasa kantuk. (Dewi, 2013)
Berbagai penelitian sudah membuktikan manfaat ganda dari minyak aroma. Penelitian medis pada tahun belakangan telah mengungkapkan kenyataan bahwa bau yang terhirup memiliki dampak signifikan terhadap perasaan. Baubauan berpengaruh secara langsung terhadap otak. Penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa ada perubahan tingkat kecemasan setelah diberi aromaterapi. Menghirup lavender meningkatkan frekuensi gelombang alfa dan keadaan ini diasosiasikan dengan bersantai (relaksasi). Selain itu lavender juga berguna untuk menenangkan rasa nyaman, keterbukaan, keyakinan, cinta kasih, mengurangi sakit kepala, stres, frustasi, mengobati kepanikan, mereda histeria, serta mengobati insomnia.
Lavender juga membantu penyembuhan depresi, gelisah, susah tidur dan sakit kepala. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji efek penggunaan aromaterapi Lavender pada Lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan manajemen gangguan tidur yang bersifat jangka panjang.
D.    Cara penggunaan aromaterapi
Aroma terapi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui :
a.       Inhalasi
Aromaterapi yang digunakan melalui inhalasi caranya ialah minyak aromaterapi ditempatkan diatas peralatan listrik, dimana peralatan listrik ini sebagai alat penguap. Peralatan listrik harus dicek oleh petugas sebelum digunakan demi keamanan pasien. Kemudian dilakukan penambahan 2 -5 tetes minyak aroma terapi dalam vaporiser dengan 20 ml air untuk dapat menghasilkan uap air. Minyak yang umum digunakan adalah peppermint untuk mual lavender untuk relaksasi rose baik digunakan dalam suasana sedih, floral citrus  dapat memberikan kesegaran (department of health). Dalam menggunakan aroma terapi secara inhalasi dapat dicampur dengan air, dengan komposisi 4 tetes aromaterapi untuk 20 ml air, sehingga dapat menghasilkan aroma yang segar (Kohatsu 2008 dalam Wahyuningsih, 2014).
Pemakaian aroma terapi dapat menggunakan anglo pemanas agaer mendapatkan uap dari aroma terapi sehingga tercium aroma yang wangi dan dapat menimbulkan efek relaksasi serta dapat menyegarkan pikiran. Caranya adalah menyalakan lilin yang berada dibawah mangkuk. Isi mangkuk dengan air, diamkan hingga panas, setelah itu tuangkan 8 tetes dari 3 pilihan kombinasi isensial oil kedam mangkuk yang berisi air hangat itu tadi. Aroma terapi dapat dihirup secara langsung, caranya dengan mencampur 3-5 tetes kedalam mangkuk  steinlistell atau kaca yang berisikan air panas. Tutup wajah da kepala dengan handuk, lalu uapnya hirup dalam-dalam. Lakukan kurang lebih 10 menit, lindungi area mata. Cara ini dapat membuat tubuh seimbang dan pikiran terasa lega karenalepas dari tekanan emosi (hutasoid 2002).
Penggunaaan melalui penyemprotan atau sprey dari minya yang telah dipilih sebanyak 100 ml denganmenggunakan botol yang memiliki alat penyemprot kemudian smprotkan pada tubuh sebagai penyagar ( MacKinnun 2004 ).
b.      Pijat
Teknik pijat adalah yang paling umum. Melalui pemijatan, daya penyembuhan yang dikandung minyak essensial bisa menembus melalui kulit dan dibawa ke dalam tubuh, mempengaruhi jaringan internal dan organ organ tubuh. Karenan minyak essensial sangat berbahaya bila diaplikasikan langsung ke kulit dalam bentuk minyak yang murni. Minyak essensial baru bisa digunakan setelah dilarutkan dengan minyak dasar seperti, minyak zaitun, minyak kedelai, dan minyak tertentu lainnya (Departemen of Health, 2007).
Aroma terapi apabila dilakukan melalui pijat dapat dilakukan dengan langsung mengoleskan minyak aromaterapi yang telah dipilih di atas kulit. Sebelum menggunakan minyak tersebut perlu diperhatikan adanya kontra indikasi maupun adanya riwayat alergi yang dimiliki. Minyak lavender terkenal sebagai minyak pijat yang dapat memberikan relaksasi. Pijat kaki atau merendam kaki dalam panci dalam air yang sudah diberi minyak peppermint dipercaya memberikan efek meredakan (Departemen of Health, 2007)
Aroma terapi yang digunakan dengan cara pijat merupakan cara yang sangat digemari untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuh, memperbaiki sirkulasi darah dan merangsang tubuh untuk mengeluarkan racun serta meningkatkan kesehatan pikiran. Dalam penggunaannya dibutuhkan 2 tetes essensial oil ditambah 1 ml minyak pijat (Hutasoit, 2002)
c.       Kompres
Penggunaan aromaterapi melaui kompres hanya sedikit membutuhkan minyak aromaterapi. Kompres hangat dengan menggunakan aroma minyak terapi bisa digunakan untuk menurunkan nyeri punggung dan nyeri perut. Kompres dingin yang mengandung minyak lavender digunakan pada bagian parineum saat kala kedua persalinan (Department of Health, 2007).
d.      Berendam
Cara lain dalam menggunakan aroma terapi adalah dengan menambahkan tetesan minyak esensial kedalam air hangat yang digunakan untuk berendam. Dengan cara ini efek minyak esensial akan membuat perasaan dan membuat pasien rileks, melarutkan pegal- pegal dan nyeri, juga memberi efek yang merangsang dan mengembalikan energi. Pasien akan memperoleh manfaat tambahan dari menghirup uap harum minyak esensial aromaterapi yang menguap dari air panas (Hadibroto & Alam 2006).


DAFTAR PUSTAKA
Adiyati, Sri. 2010. Pengaruh aromaterapi terhadap insomnia pada lansia Di Pstw Unit Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Jurnal Kebidanan, vol. II (2). Hal 21-28.
Dewi. 2013. Aromaterapi Lavender Sebagai Media Relaksasi. Diakses pada 28 Oktober 2015 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=14456&val=970
Kurnia, Anggraini Dwi., Wardhani, Viera., & Rusca, Kuswantoro Tri. 2009. Lavender Aromatherapy Improve Quality of Sleep in Eldery People.  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. XXV (2). Hal 83-86
Suprijati. 2014. Efektivitas Pemberian Aromaterapi Untuk Menurunkan Kecemasan Ibu Hamil Trimester Iii Dalam Persiapan Menghadapi Persalinan Di Bidan Praktek Mandiri Suprijati Desa Bagi Kecamatan/ Kabupaten Madiun. Diakses pada 29 Oktober 2015 dari http://akbidharapanmulya.ac.id/atm/konten/editor/samples/ jurnal/file_jurnal/t_10.pdf

Wahyuningsih, Marni. 2014. Efektifitas Aromaterapi Lavender (Lavandula Angustifolia) dan Massage Effleurage terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida di BPS Utami dan Ruang Ponek RSUD Karanganyar. Diakses pada 2 November 2015 dari http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/11/01-gdl-marniwahyu-547-1-skripsi-i.pdf



Senin, 16 September 2013

Aku, Sekolah, Cita-Cita dan Masa Depan


Aku, Sekolah, Cita-Cita dan Masa Depan

Oleh Maftukhatun Ni’mah/ Majalah Oasis SMA N 2 Kendal
Cita-Cita?
Penting nggak sih?
What are you thinking about this ambission?
Study!
Trying!
Future? (Kepo!)
      Bukan cuma igauan lho. Tapi itulah yang harus kita gapai. Sebuah impian yang kita jadikan cambuk dalam menyemangati hidup. Adalah tujuan dan rencana yang menjadikan langkah kita terarah, mau ke mana dan untuk apa. Sebenarnya kalau boleh jujur sih, saat aku nulis ini aku sendiri masih bingung dengan cita-citaku. Apalagi kalau inget bayangin pas suruh ngisi angket yang ada kolom cita-citanya, wuih nggak tau deh harus ngayalnya berapa lama dulu. Hingga jalan terakhir adalah ngarang, yang berujung ganti-ganti terus. Hari ini mau jadi guru. Besok jadi dokter. Besoknya lagi, penulis, ilmuwan. Dan besoknya lagi ah entahlah…. Kalau dulu sih waktu masih SD bahkan sejak TK kalau ditanya guru “cita-cita kamu nanti mau jadi apa?” jawabanya gampang, pasti yang menjadi jawabanku cuma satu: guru. Udah titik. Nggak pake mikir-mikir lama, nggak pake ragu-ragu. Pokoknya guru. Sampai-sampai banyak teman maupun tetangga yang memanggilku dengan sebutan “Bu Guru”, sebenarnya sih sempat malu, belum jadi guru kok udah dipanggil bu guru, tapi aku cuek aja, aku anggap semua itu sebagai doa mereka untukku. Yah, kurang lebih mirip tokoh Memey dalam kartun Upin & Ipin di episode cita-cita itu-lah. Tapi nggak pakai kemayu lho. Hehehe 

Photo Edited by Ni'mah

       Namun sekarang, semua sudah berubah. Pemikiran yang sekarang tak lagi serupa dengan dahulu. Tak lagi sepolos dan seunyu sewaktu TK maupun SD. Sekarang terlalu pusing dengan berbagai pilihan. Bukannya nggak konsisten sih, hanya saja terkadang merasa ragu, takut dan bingung. Terlalu disibukkan dengan berbagai pertimbangan dan ketakutan-ketakutan yang mungkin justru membuat kita lupa dengan impian kita. Bahkan, bisa dibilang yang kuucapkan waktu itu bukan cita-cita, namun sekadar khayalan yang bisa hilang kapan saja. Hingga aku berpikir tentang hidup yang seperti itu. Terbelenggu. Bingung nentuin jalan pasti yang bakal kita tempuh untuk menghabiskan umur agar hidup kita itu mulia. Seperti yang kualami sekarang ini, belum ada kepastian tentang cita-cita dan masa depan. Masih galau dan terlalu khawatir dengan resiko. (Meskipun rentetan ‘mimpi’ku sudah aku ukirkan dalam kotak skenarioku yang dengan izin Tuhan semoga menjadi nyata. Amin. :) ☺
       Jadi, nggak salah kalau guru-guru sering nggembor-nggemborin kita soal pemilihan jurusan study. Bahkan sampai repot-repot ngadain acara sosialisasi dan konsultasi antar psikolog dengan kita dan bahkan dengan orang tua kita masalah pemilihan jurusan dan profesi yang bisa diincar anaknya kelak. Karena itu akan berpengaruh pada masa depan dan pencapaian citacita kita kelak. Tujuannya apa? Tentu saja agar kita (siswa/ anak) memiliki perencanaan dan menempuh jalan yang sinkron sesuai minat dan bakat kita demi meraih cita-cita untuk hidup di masa depan. Bayangkan saja jika kita salah jalan, bukannya sampai tujuan tapi malah keblinger nggak tau ke mana. Begitu juga jika hidup tanpa tujuan. Tanpa cita-cita. Tanpa rencana. Pasti bingung, nggak cuma kita yang bingung, orang-orang di sekeliling kita pun bakalan bingung gara-gara cuma klontang-klantung gaje. Sekolah nggak niat, hidup pun nggak akan serius karena nggak ada semangat dan gairah untuk meraih sesuatu. Hidup tanpa cita-cita atau tujuan itu seperti mati, dan cita-cita tanpa usaha juga cuma bakal jadi mimpi..
       Nah, buat kalian yang sekolahnya cuma karena “terpaksa” dengan alasan “biar nggak dimarahin orang tua” dan yang belajarnya cuma buat “spesialis ujian” habis itu “barlen” alias nak wes lebar kelalen, mulai sekarang tekunlah! Belajar yang giat karena pendidikan itu penting. Bersemangat. Kenali bakat dan potensimu. Gali. Kembangkan. Tentukan cita-cita. Tentukan tujuanmu. Dan yang terpenting kita harus tau di mana passion kita. Mungkin saat ini masih bingung mau kemana dan jadi apa. Mumpung masih muda dan belum jenggotan, dari pada bingungnya itu nggak manfaat mending digunakan semaksimal mungkin untuk menuntut ilmu, menuntut ilmu bukan sekadar tau tapi juga memahami sembari mengenali passion diri kita agar bisa merancang skenario hidup yang akan kita lakukan di masa mendatang. Kemudian jadikan cita-citamu itu sebagai tujuan, motivasi dan obsesi yang membuatmu punya kewajiban untuk mewujudkannya. Benar-benar menjadi nyata, bukan sekadar keinginan yang hanya akan menguap begitu saja.
       Memang sih, hidup itu bukan sekadar soal tujuan akhirnya, melainkan juga soal proses perjalanan menuju tujuan akhir tersebut. Yang di depan mata ya dijalani dulu, jangan justru menghindar. Karena permulaan itu sedikit banyak pasti akan mempengaruhi hasil akhirnya. Tapi juga jangan terlalu lama dengan perjalanan. Yang ada cuma nyia-nyiain waktu doang buat jalaaaaaaaan terus n nggak nyampe-nyampe pada suatu tujuan. Tentang hasil di masa depansih biarlah semuanya kita serahkan kepada Tuhan, terpenting kita sudah berusaha dan berdoa semampu yang kita bisa. Manusia sebagai perencana dan akhirnya Tuhan juga yang menentukan.
       Yang masih bingung dengan cita-citamu, yuk tentukan dari sekarang. Dan berusahalah untuk menggapainya meskipun semua orang bilang itu tidak mungkin. Jangan pernah tinggalkan pendidikan. Lakukan semua kebaikan karena Tuhan, oleh dan untuk diri sendiri serta orang lain maka, Man jadda wa jadda. :)
       ” Jangan sekali-kali kamu memperkecil cita-citamu,karena sesungguhnya aku tidak melihat seseorang yang terbelenggu kecuali karena ia tidak memiliki cita-cita.” (Umar bin Khattab)


Kamis, 26 Januari 2012

Sebelum Kesal Berujung Sesal



Rasa kesal sering muncul pada diri kita. Bener nggak…??! Entah kepada teman, saudara, tetangga, guru, pacar atau bahkan kepada orang tua kita sendiri. Rasa kesal itu bisa muncul karena mendapat perlakuan kurang baik dari orang lain. Walaupun orang itu belum tentu salah. Seperti kesal karena dicuekin, nggak disapa teman atau tetangga, dimarahi guru gara-gara nggak buat PR, SMS nggak dibales, telepon tak diangkat, janji tak ditepati atau nggak dikasih uang jajan sama orang tua. Rasa kesal ini jika tidak segera diredam akan menimbulkan su’udzan, amarah dan bahkan retaknya tali persaudaraan.

Kita harus segera menetralisir kekesalan kita sebelum semua berbuah penyesalan. Dengan kita berhuznudzan dan senantiasa beristighfar, kemungkinan hal buruk akibat dari rasa kesal bisa diminimalisir. Hati pun takkan resah dan merasa tenang.
Memang sih kesal terhadap orang lain itu sudah sering dan biasa terjadi. Tapi akan lebih baik jika kita menghindari rasa kesal yang berkepanjangan itu dengan huznudzan; mungkin saja orang yang nyuekin kita sedang tidak berkonsentrasi atau banyak fikiran, teman atau tetangga kita yang lewat tak melihat kita sehingga tak menyapa, guru memarahi kira dengan tujuan agar kita disiplin dan tidak mengulangi kesalahan lagi, bisa jadi yang di-SMS HP-nya sedang di-charge sehingga nggak aktif dan orang yang ditelepon sedang sibuk atau mungkin orang tua kita sedang nggak punya uang.
Sebenarnya, rasa kesal itu muncul tergantung kita menyikapi keadaan dan memandang orang itu. Seringkali prasangka buruk yang kita voniskan kepada orang nggak sesuai dengan kenyataannya. Karena itu, Nabi bersabda,
“Jauhilah olehmu berprasangka buruk (su’udzan), karena prasangka buruk itu adalah sedusta-dusta perkataan.” (HR. Bukhari)
Lebih baik jika kita menginstropeksi diri lebih dahulu sebelum kita menyalahkan orang lain. Bisa saja perilaku kurang baik yang kita terima merupakan efek dari tingkah laku kita sendiri. Dunia ini berputar. Seperti halnya diri kita. Terkadang kita didzalimi orang, tapi tak jarang pula kita mendzalimi orang. Ngono pow...??! hhehhe (^_^”)
Rasa kesal juga dapat dipicu oleh banyak hal lain, mialnya dicela, dihina, digunjing, tidak dihargai pendapat atau bantuan kita, tidak diperhatikan alias dicuekin, disakiti, mendapat jawaban sengak dari orang yang kita tanya dengan baik-baik, atau hak kita dirampas. Hati-hati !, bila kesal muncul karena hawa nafsu bisa jadi itu adalah bisikan setan yang akan berusaha menanam permusuhan antara kita. Naudzubillah min dzalik.
Dan kesal yang seperti itulah yang akan berdampak sangat fatal. Jika iman kita takkuat, tak beristighfar, dan selalu membesar-besarkan su’udzan, nafsu untuk melampiaskan pembalasan atas kekesalan yang kita terima akan semakin menjadi-jadi. Celaan dan hinaan akan mudah terluncur dari lidah kita. Belum lagi rasa nggondok dan ketidaktenangan hati. Bahkan penganiayaan dan pembunuhan serta fitnah pun bisa terjadi karenanya.
Kita ambil contoh dari peristiwa yang belum lama ini terjadi di wilayah kabupaten Kendal, yaitu pada Sabtu 10 September 2011 sore. Terjadi tawuran antara warga desa Ringinarum dengan desa Ngrejo, kecamatan Ringinarum.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai situs (Detik.com & Kompas.com), kejadian itu bermula dari masalah sepele. Empat remaja desa Ngrejo melintas di dukuh Maron, desa Ringinarum. Karena mengendarai motor dengan ugal-ugakan, seorang warga dukuh Maron, Solekhah, menegur keempatnya. Namun keempat remaja itu malah mencacimaki Solekhah.
Tidak terima ibunya dicacimaki, Alex, anak Solekhah menghajar salah satu dari keempat remaja tersebut. Masalah tak berhenti. Setelah keempat remaja itu kabur ke desanya, mereka kembali lagi ke dukuh Maron seraya mengajak kawan-kawannya yang lain untuk mencari Alex. Karena tidak ketemu, beberapa remaja dari desa Ngrejo lantas mengobrak-abrik jemuran terbakau milik warga dukuh Maron. Warga setempat tidak terima dan tawuran pun pecah.
Dalam peristiwa itu, lima orang korban yang seluruhnya warga desa Ringinarum terkena tusukan senjata dari warga desa Ngrejo. Tiga diantaranya tewas dan dua lainnya kritis.
Itulah kurang lebih cerita salah satu contoh kesal yang berdampak sangat fatal. Dan akhirnya berujung sesal. Nggak hanya itu aja, bahkan masih banyak lagi kejadian tawuran seperti itu hanya gara-gara hal-hal sepele, dan pada umumnya disebabkan oleh kenakalan remaja. Seperti tawuran yang terjadi antara warga desa Ngilir dengan warga desa Bandengan dulu.
Ada juga kisah nyata dari Bandar Lampung, seorang ibu nekat membakar anaknya yang berusia 6 tahun lantaran kesal atas tingkah laku anaknya yang bandel. Sungguh kejam ibu itu! Ditaruh di manakah nuraninya sehingga nekat membakar anaknya sendiri. Bukankah perilaku anak itu mengikuti orang tua yang mendidiknya? Emosi selalu menguasai diri manusia. Sama halnya ketika kita menyuruh adik/teman kita untuk membeli telur. Tapi saat perjalanan, nggak sengaja telur itu jatuh dan pecah. Kemudian kita memarahi, memaki atau bahkan memukul adik/teman kita. Lalu, apakah setelah kita marah, telur yang tadi sudah pecah akan kembali utuh lagi..?! nggak kan..? Bahkan malah akan menambah masalah dan masalah.
Beberapa kejadian di atas hanyalah contoh kecil dari seabreg tragedi yang disebabkan oleh rasa kesal yang tidak di-manage dengan baik. Memang banyak faktor yang membuat rasa kesal dan jengkel timbul, banyak pula sumbu pemicu yang mengantarkan rasa kesal menjadi amarah, hingga akhirnya berujung pada pelampiasan yang berubah penyesalan.
Apapun sebabnya, rasa kesal bila tidak diolah dan disikapi dengan baik, akan berakibat buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Rasa kesal yang pada umumnya hanya dipendam dalam hati dan tidak tampak bisa diatasi dengan cara-cara seperti berikut :
a. Menghilangkannya dari hati. Sebisa mungkin, bila rasa kesal muncul agar diredam jangan sampai terbawa emosi.
b. Perbanyaklah membaca istighfar dan ta’awudz, insyaallah rasa kesal akan hilang.
c. Jangan sekali-kali kita membalas makian dengan makian atau cacian dengan cacian karena orang suka akan dunianya (kaya’ pramuka ae..), lebih baik kita diam dan menahan nafsu amarah. Ini bukan merupakan sikap pengecut tapi inilah karakter yang kuat dan perkasa.
d. Berwudlu. Dengan berwudlu hati kita insyaallah akan merasa tenang.
e. Berhuznudzanlah atau positive thinking yaitu dengan barpikir dan memposisikan diri kita sebagai orang lain dalam arti kita berpikir dari sudut pandang orang lain. Mungkin saja orang tersebut punya maksud lain yang lebih mulia untuk kita atau dia juga sedang kesal.
f. Pahamilah sifat dan watak orang lain sebelum kita memintanya memahami diri kita.
g. Introspeksi diri sebelum berprasangka kepada orang lain. Karena bisa jadi perlakuan kurang baik yang kita terima merupakan balasan dari tingkah laku kita sendiri.
h. Utarakan kekesalan kita pada orang yang membuat kita kesal. Dengan begitu kita bisa tahu kesalahan kita begitu juga sebaliknya.
Begitulah kurang lebih cara-cara mengelola rasa kesal agar akhirnya tak berujung sesal. Ingatlah jika rasa kesal tidak segera dipadamkan akan menjadi amarah dan dendam. Tahan dan maafkan! Dengan begitu insyaallah kita mendapatkan ampunan-Nya;
“Dan segeralah kamu kepada ampunannya dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 133-134)
(Maftukhatun Ni’mah)